Siapa yang peduli pada sepatu dan sendal yang berserakan di tangga mesjid, kotor berdebu dan satu hal yang jelas, itu bukan sendal atau sepatu kita. untuk apa peduli dengan itu semua, yang penting sendal kita sudah aman. biarkan saja yang lain berserakan.
saya, kau dan teman-teman kita mungkin sering seperti itu. tidak peduli.kawan, tahukah kau.. kemaren ada seseorang lelaki, musafir. saat adzan berkumandang, ia mampir untuk shalat di mesjid dimana saya sering shalat. usianya mungkin 30-an, sedikit kurus dengan tas kecil di punggungnya.
setelah berwudhu, melepaskan debu-debu perjalanannya. ia meletakkan sepatunya di sudut tangga.. sama seperti yang saya lakukan.. tapi setelah itu, berbeda..
ia, tanpa beban, merapikan seluruh sendal dan sepatu yang berserakan di tangga mesjid.. menyusunnya rapi, sehingga setiap orang yang akan keluar mesjid bisa langsung mengenakan sendal mereka tanpa harus memutar badan.. Ini adalah sesuatu yang jarang sekali, teramat jarang dilakukan oleh siapapun yang sholat di mesjid ini.
sadar saya terus memperhatikannya, ia melirik sambil tersenyum dan kembali melanjutkan menyusun yang tersisa..
“tidak usah disusun Pak“, spontan kata itu keluar
ia menghampiri saya, subhanallah matanya teduh. “kita tidak tahu amalan mana yang akan mengantarkan ke surga“,
tanpa menunggu reaksi saya, ia melangkah ke shaf pertama..
—————————-
tidakkah kita juga bisa begitu…
Ke surga dengan sendal?
Semenjak teknologi mesin ditemukan maka mobil
sebagai alat pengangkutan barang dan manusia diibuat mencoba
menggantikan angkutan Tradisional bernama Pedati.
Imbasnya Pedati sebagai kendaraan tradisional semakin terpinggirkan dan lama-lama menghilang. Selain itu juga menghilangkan berbagai jenis pekerjaan yang berkaitan dengan kendaraan tradisional tersebut. Salah satu yang sangat sulit ditemukan adalah pedati yang ditarik baik oleh sapi, kerbau maupun kuda.
Dimasa kolonial Belanda pedati (ossenkar) menjadi alat pengangkutan yang vital bagi masyarakat untuk mengangkut barang-barang hasil produksi mereka ke pasar maupun ke tempat lain. Pedati juga banyak digunakan untuk mengangkut hasil produksi onderneming (perkebunan) milik pemerintah kolonial Belanda. Sebagai gambaran, pabrik-pabrik gula di Jawa banyak menggunakan pedati yang ditarik sapi untuk mengangkut tebu, begitu juga dengan hasil perkebunan kapuk, kopi, tembakau serta beras. Terkadang pedati merupakan kendaraan perantara antara pedalaman dengan stasiun kereta. Barang dari pedalaman dibawa ke gudang stasiun untuk diangkut dengan kereta api ke tempat lain.
Pedati juga berfungsi sebagai alat pengangkutan manusia yang digunakan diwilayah pedesaan, bahkan di wilayah batavia dan kota-kota besar Jawa pada masa kolonial pedati terlihat banyak berlalu-lalang bersama dengan kendaraan tradisional lainnya. Bila kita tilik lebih jauh lagi bahwa pedati juga memberikan berbagai lapangan pekerjaan bagi banyak masyarakat, mulai dari peternak sapi, kerbau, kuda, hingga tukang pencari rumput, penggembala hewan, hingga kerajinan pembuatan pedati tersebut.
Hilangnya pedati akibat kemajuan jaman dan pergeseran penggunaan transportasi yang lebih cepat telah pula mengurangi bahkan lambat laun mulai hilang lapangan-lapangan pekerjaan yang berkaitan dengan sektor transportasi tradisional ini. (source)
Imbasnya Pedati sebagai kendaraan tradisional semakin terpinggirkan dan lama-lama menghilang. Selain itu juga menghilangkan berbagai jenis pekerjaan yang berkaitan dengan kendaraan tradisional tersebut. Salah satu yang sangat sulit ditemukan adalah pedati yang ditarik baik oleh sapi, kerbau maupun kuda.
Dimasa kolonial Belanda pedati (ossenkar) menjadi alat pengangkutan yang vital bagi masyarakat untuk mengangkut barang-barang hasil produksi mereka ke pasar maupun ke tempat lain. Pedati juga banyak digunakan untuk mengangkut hasil produksi onderneming (perkebunan) milik pemerintah kolonial Belanda. Sebagai gambaran, pabrik-pabrik gula di Jawa banyak menggunakan pedati yang ditarik sapi untuk mengangkut tebu, begitu juga dengan hasil perkebunan kapuk, kopi, tembakau serta beras. Terkadang pedati merupakan kendaraan perantara antara pedalaman dengan stasiun kereta. Barang dari pedalaman dibawa ke gudang stasiun untuk diangkut dengan kereta api ke tempat lain.
Pedati juga berfungsi sebagai alat pengangkutan manusia yang digunakan diwilayah pedesaan, bahkan di wilayah batavia dan kota-kota besar Jawa pada masa kolonial pedati terlihat banyak berlalu-lalang bersama dengan kendaraan tradisional lainnya. Bila kita tilik lebih jauh lagi bahwa pedati juga memberikan berbagai lapangan pekerjaan bagi banyak masyarakat, mulai dari peternak sapi, kerbau, kuda, hingga tukang pencari rumput, penggembala hewan, hingga kerajinan pembuatan pedati tersebut.
Hilangnya pedati akibat kemajuan jaman dan pergeseran penggunaan transportasi yang lebih cepat telah pula mengurangi bahkan lambat laun mulai hilang lapangan-lapangan pekerjaan yang berkaitan dengan sektor transportasi tradisional ini. (source)
Pedati Jawa Zaman th 1870-an
Hidup yang bernilai itu bukanlah hidup kaya, bukan hidup untuk dihormati, juga bukan hidup yang lama, tapi sebuah hidup untuk menjadi "Orang yang bernilai" dan hidup yang membuat orang lain jadi "bernilai" juga.
Apakah hidup Anda sudah menjadi teladan bagi orang lain?
ABOUT AUTHOR
Recent Posts
Trending
Categories
- ABC
- ajaib
- akik
- aktual
- aljazeera
- android
- Angrybirds
- antenna
- Apes
- artist
- AusAID
- australia
- Banjir
- Bank
- Batu
- bbm
- berita
- bir
- bisnis
- blokir
- Bola
- bridge
- budaya
- cnn
- computer
- Digital
- download
- edukatif
- Film
- font
- foto
- game
- hacking
- haji
- handphone
- health
- hiburan
- hidup
- hot
- humor
- ibu
- Indonesia
- inspirasi
- inspiratif
- internet
- iPad
- jakarta
- jalanan
- Jokowi
- Jujur
- kartini
- Kemdikbud
- Kereta Api
- kesehatan
- kliping
- Komputer
- Konferensi
- Korupsi
- kreatif
- kriminal
- Kuliner
- Kurikulum
- Kurikulum 2013
- lalu lintas
- lawas
- like
- lucu
- matematika
- media
- Memori
- menteri
- minimarket
- mobil
- motogp
- movie
- mts
- Mudik
- Musik
- Narkoba
- narsis
- nasib
- neraka
- news
- Olah raga
- otomotif
- Pahlawan
- pedati
- pemerintah
- pemuda
- pendidikan
- pesantren
- pesawat
- photo
- picture
- pilkada
- Polantas
- polisi
- pondok
- Presiden
- PSSI
- pulsa
- roaming
- rumah
- sawah
- SBMPTN
- sego kucing
- sejarah
- selular
- seni
- Sepak Bola
- setan
- Sholat
- simbol
- slip
- SMA
- smart
- sms
- snmptn 2013
- Solo
- spam
- streaming
- Subsidi
- surakarta
- surga
- Teknologi
- teroris
- TIK
- tilang
- time
- tip trik
- Tokoh
- tradisional
- Transportasi
- Trending Topic
- tutorial
- TV
- ubuntu
- UN
- video
- virus
- wajan
- Walikota
- wawancara
- windows 8
- wisata
- word
- youtube
Advertisement
Diberdayakan oleh Blogger.
Labels
ABC
ajaib
akik
aktual
aljazeera
android
Angrybirds
antenna
Apes
artist
AusAID
australia
Banjir
Bank
Batu
bbm
berita
bir
bisnis
blokir
Bola
bridge
budaya
cnn
computer
Digital
download
edukatif
facebook
Film
font
foto
game
google
hacking
haji
handphone
health
hiburan
hidup
hot
humor
ibu
Indonesia
inspirasi
inspiratif
internet
iPad
jakarta
jalanan
Jokowi
Jujur
kartini
Kemdikbud
Kereta Api
kesehatan
kliping
Komputer
Konferensi
Korupsi
kreatif
kriminal
Kuliner
Kurikulum
Kurikulum 2013
lalu lintas
lawas
like
lucu
matematika
media
Memori
menteri
minimarket
mobil
motogp
movie
mts
Mudik
Musik
Narkoba
narsis
nasib
neraka
news
Olah raga
otomotif
Pahlawan
pdf
pedati
pemerintah
pemuda
pendidikan
pesantren
pesawat
photo
picture
pilkada
Polantas
polisi
pondok
Presiden
PSSI
pulsa
roaming
rumah
sawah
SBMPTN
sego kucing
sejarah
selular
seni
Sepak Bola
setan
Sholat
simbol
slip
SMA
smart
sms
snmptn 2013
Solo
spam
streaming
Subsidi
surakarta
surga
Teknologi
teroris
TIK
tilang
time
tip trik
Tokoh
tradisional
Transportasi
Trending Topic
tutorial
TV
ubuntu
UN
video
virus
wajan
Walikota
wawancara
windows 8
wisata
word
youtube
Labels List Numbered
- ABC
- ajaib
- akik
- aktual
- aljazeera
- android
- Angrybirds
- antenna
- Apes
- artist
- AusAID
- australia
- Banjir
- Bank
- Batu
- bbm
- berita
- bir
- bisnis
- blokir
- Bola
- bridge
- budaya
- cnn
- computer
- Digital
- download
- edukatif
- Film
- font
- foto
- game
- hacking
- haji
- handphone
- health
- hiburan
- hidup
- hot
- humor
- ibu
- Indonesia
- inspirasi
- inspiratif
- internet
- iPad
- jakarta
- jalanan
- Jokowi
- Jujur
- kartini
- Kemdikbud
- Kereta Api
- kesehatan
- kliping
- Komputer
- Konferensi
- Korupsi
- kreatif
- kriminal
- Kuliner
- Kurikulum
- Kurikulum 2013
- lalu lintas
- lawas
- like
- lucu
- matematika
- media
- Memori
- menteri
- minimarket
- mobil
- motogp
- movie
- mts
- Mudik
- Musik
- Narkoba
- narsis
- nasib
- neraka
- news
- Olah raga
- otomotif
- Pahlawan
- pedati
- pemerintah
- pemuda
- pendidikan
- pesantren
- pesawat
- photo
- picture
- pilkada
- Polantas
- polisi
- pondok
- Presiden
- PSSI
- pulsa
- roaming
- rumah
- sawah
- SBMPTN
- sego kucing
- sejarah
- selular
- seni
- Sepak Bola
- setan
- Sholat
- simbol
- slip
- SMA
- smart
- sms
- snmptn 2013
- Solo
- spam
- streaming
- Subsidi
- surakarta
- surga
- Teknologi
- teroris
- TIK
- tilang
- time
- tip trik
- Tokoh
- tradisional
- Transportasi
- Trending Topic
- tutorial
- TV
- ubuntu
- UN
- video
- virus
- wajan
- Walikota
- wawancara
- windows 8
- wisata
- word
- youtube
Random Posts
Social Share
Recent comments
Most Trending
-
Perubahan kurikulum ternyata tak luput dari perhatian psikolog anak Seto Mulyadi. Dikatakannya perubahan yang terjadi dalam waktu singk...
-
Rapat Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dengan Dinas Pekerjaan Umum (PU) pada 8 November 2012, yang diunggah sec...
-
Setelah debut tahun 2012 dengan single "Mama" dan "History", EXO menjadi fenomena tersendiri di era boyband K-Pop masa...
-
Anggota Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres) menjaga mobil Kepresidenan yang diparkir di kompleks Istana Negara, Jakarta, Senin (20...










